|
FLU BURUNG
APA ITU FLU BURUNG ?
Flu Burung (Avian Influenza ) adalah suatu penyakit yang disebabkan
oleh virus Influenza strain type A ( H5N1 ). Penyakit ini menular
dari burung (unggas) ke burung, dapat juga menular dari burung ke
manusia. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia sampai saat
ini belum ditemukan. Masa inkubasi selama 1 3 hari .
SUMBER PENULARAN
Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1,
yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/ unggas yang menderita
influenza.
GEJALANYA
Penyakit flu burung ini gejalanya seperti gejala flu biasa, misalnya
:
-Demam
- Sakit tenggorokan
- Batuk
- Ber-ingus
- Nyeri Otot
- Sakit Kepala
Namun dalam waktu singkat dapat menjadi berat karena terjadi peradangan
pada paru (pneunonia) dan dapat meninggal.
PENCEGAHAN
1.Peternak dan orang yang hendak memasuki peternakan ayam( unggas
) harus mengginakan masker dan berganti baju dengan baju yang sudah
disucihamakan. Mereka yang kontak langsung dengan unggas disarankan
untuk menggunakan kaca mata plastik (Goggle).
2.Lalu lintas orang yang keluar masuk dibatasi. Orang yang tidak
berkepentingan dilarang masuk.
3.Orang dan kendaraan yang masuk keluar kandang harus disemprot
dengan larutan desinfektans.
4.Alat alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan
larutan desinfektans.
5.Kandang dan kotoran tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan.
6.Bila mengkonsumsi daging ayam harus dipanaskan pada suhu 80 C
selama sekurang kurangnya satu menit, sedangkan telur ayam pada
pemanasan 64 C selama minimal 4,5 menit.
PENGOBATAN
Apabila menemukan gejala seperti diatas agar segera berobat ke
sarana pelayanan kesehatan yang ada ( Puskesmas, Rumah Sakit ).
INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI :
PUSAT PENGENDALIAN DUKUNGAN KESEHATAN
DINAS KESEHATAN PROPINSI DKI JAKARTA
JL. Kesehatan No 10 Jakarta
Sumber Informasi : Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta.
Strategi dan Langkah Departemen Kesehatan dalam penanggulangan
Flu Burung pada Manusia yang terdiri dari ;
1. Penanggulangan KLB Avian Influenza pada unggas dan pencegahan
infeksi baru pada unggas
2. Memberikan perlindungan kepada kelompok risiko tinggi ( seperti
peternak Unggas dan sebagainya )
3. Peningkatan kegiatan Surveillans.
4. Melakukan komunikasi, Informasi dan Edukasi ( KIE ) kepada Masyarakat
untuk meningkatkan Public awareness
5. Manajemen Kasus dari pencegahan infeksi di sarana kesehatan.
6. Melakukan penelitian epidemologi, klinis, dan laboratorium
Kasus Penyebaran
Pada 21 Juli 2005,tiga kasus fatal terjadi di Tanggerang,yang disebabkan
oleh flu burung subtipe H5N1. Berbeda dengan lainnya di Asia Tenggara
( Thailand, Kamboja dan Vietnam ) kasus ini dianggap unik karena
korban tidak banyak berhubungan dengan Unggas.
Sampai dengan 19 September 2005,WHO telah mencatat sebanyak 114
kasus dengan 59 kematian pada manusia yang disebabkan oleh flu burung,
dengan rincian sebagai berikut :
Indonesia - 2 kasus dengan 2 kematian
Vietnam - 91 kasus dengan 41 kematian
Thailand - 17 kasus dengan 12 kematian
Kamboja - 4 kasus dengan 4 kematian
LANGKAH - LANGKAH PENANGANAN FLU BURUNG
Pemerintah menghimbau agar kejadian Flu Burung disampaikan secara
Profesional untuk meningkatkan kesadaran agar waspada terhadap adanya
ancaman Flu Burung,sehingga masyarakat tidak perlu panik tetapi
perlu waspada terhadap tanda-tanda seperti Flu Burung :
Flu , Panas tinggih , Nyeri mata serta waspadai disekitar lingkungan
kita bila ada unggas yang mati secara signifikan dan mendadak.
Demikian yang disampaikan oleh Mentri Kesehatan DR.Dr Siti Fadillah
Supari SP,JP Dalam jumpa pers bertajuk penanggulangan Flu Burung
( Kamis, 21 Juli 2005 ) Daerah-daerah yang teridentifikasi kasus
Flu Burung oleh Departemen Pertanian sebagai berikut :
1. Tanggerang
2. Sumatra Utara
3. Jambi
Langkah-langkah penanganan terhadap daerah yang teridentifikasi
terkena Flu Burung dikemukakan oleh Mentri Kesehatan adalah :
1. Musnahkan hewan ternak yang teridentifikasi Positif terkena kasus
Flu Burung
2. Diambil Spesimen terhadap penduduk yang berhubungan langsung
dengan hewan tersebut.
3. Pantauan ke pasar. Pasar menyediakan daging binatang unggas yang
diduga terkena kasus Flu Burung.
Langkah-langkah umum yang diambil Pemerintah yakni :
1. Melaksanakan respon cepat kewilayah yang belum terjangkit
2. Menyiagakan 44 Rumah Sakit rujukan untuk perawatan atau Observasi
penderita suspek Flu Burung
3. Meningkatkan upaya penyuluhan kerjasama agar masyarakat sadar
dan waspada akan adanya Flu Burung di daerah sekitarnya.
4. Meningkatkan Koordinasi dengan Departement
Pertanian,Departement Perdagangan,Departement Kesehatan,WHO dan
Pemerintah Daerah untuk bersama-sama mengidentifikasi dan melakukan
upaya pencegahan terhadap daerah-daerah yang terkena kasus Flu Burung.
Pada kasus diatas Mentri Kesehatan menjelaskan bahwa tidakan Preventif
yang dilakukan pada hewan bukan pada Manusia, karena hewanlah yang
menyebarkan kasus Flu Burung, karena tidak ada penularan Virus Flu
Burung dari manusia ke manusia.
Sekali lagi Mentri Kesehatan menjelaskan tidak perlu panik , tetapi
diharapkan agar dapat melakukan upaya pencegahan sendiri seperti
Telur dan Daging unggas yang akan kita makan diolah/ dimask dengan
baik.
Sumber informasi : Dinas Kesehatan Propinsi DKI
Jakarta
|