GEJALA DAN STRATEGI FLU BURUNG


FLU BURUNG

APA ITU FLU BURUNG ?

Flu Burung (Avian Influenza ) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza strain type A ( H5N1 ). Penyakit ini menular dari burung (unggas) ke burung, dapat juga menular dari burung ke manusia. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia sampai saat ini belum ditemukan. Masa inkubasi selama 1 – 3 hari .

SUMBER PENULARAN

Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1, yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/ unggas yang menderita influenza.

GEJALANYA

Penyakit flu burung ini gejalanya seperti gejala flu biasa, misalnya :

-Demam
- Sakit tenggorokan
- Batuk
- Ber-ingus
- Nyeri Otot
- Sakit Kepala
Namun dalam waktu singkat dapat menjadi berat karena terjadi peradangan pada paru (pneunonia) dan dapat meninggal.

PENCEGAHAN

1.Peternak dan orang yang hendak memasuki peternakan ayam( unggas ) harus mengginakan masker dan berganti baju dengan baju yang sudah disucihamakan. Mereka yang kontak langsung dengan unggas disarankan untuk menggunakan kaca mata plastik (Goggle).

2.Lalu lintas orang yang keluar masuk dibatasi. Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk.

3.Orang dan kendaraan yang masuk keluar kandang harus disemprot dengan larutan desinfektans.

4.Alat alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan larutan desinfektans.

5.Kandang dan kotoran tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan.

6.Bila mengkonsumsi daging ayam harus dipanaskan pada suhu 80 C selama sekurang kurangnya satu menit, sedangkan telur ayam pada pemanasan 64 C selama minimal 4,5 menit.


PENGOBATAN

Apabila menemukan gejala seperti diatas agar segera berobat ke sarana pelayanan kesehatan yang ada ( Puskesmas, Rumah Sakit ).

INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI :

PUSAT PENGENDALIAN DUKUNGAN KESEHATAN

DINAS KESEHATAN PROPINSI DKI JAKARTA

JL. Kesehatan No 10 Jakarta
Sumber Informasi : Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta.

Strategi dan Langkah Departemen Kesehatan dalam penanggulangan Flu Burung pada Manusia yang terdiri dari ;

1. Penanggulangan KLB Avian Influenza pada unggas dan pencegahan infeksi baru pada unggas
2. Memberikan perlindungan kepada kelompok risiko tinggi ( seperti peternak Unggas dan sebagainya )
3. Peningkatan kegiatan Surveillans.
4. Melakukan komunikasi, Informasi dan Edukasi ( KIE ) kepada Masyarakat untuk meningkatkan Public awareness
5. Manajemen Kasus dari pencegahan infeksi di sarana kesehatan.
6. Melakukan penelitian epidemologi, klinis, dan laboratorium

Kasus Penyebaran

Pada 21 Juli 2005,tiga kasus fatal terjadi di Tanggerang,yang disebabkan oleh flu burung subtipe H5N1. Berbeda dengan lainnya di Asia Tenggara ( Thailand, Kamboja dan Vietnam ) kasus ini dianggap unik karena korban tidak banyak berhubungan dengan Unggas.

Sampai dengan 19 September 2005,WHO telah mencatat sebanyak 114 kasus dengan 59 kematian pada manusia yang disebabkan oleh flu burung, dengan rincian sebagai berikut :
Indonesia - 2 kasus dengan 2 kematian
Vietnam - 91 kasus dengan 41 kematian
Thailand - 17 kasus dengan 12 kematian
Kamboja - 4 kasus dengan 4 kematian



LANGKAH - LANGKAH PENANGANAN FLU BURUNG



Pemerintah menghimbau agar kejadian Flu Burung disampaikan secara Profesional untuk meningkatkan kesadaran agar waspada terhadap adanya ancaman Flu Burung,sehingga masyarakat tidak perlu panik tetapi perlu waspada terhadap tanda-tanda seperti Flu Burung :
Flu , Panas tinggih , Nyeri mata serta waspadai disekitar lingkungan kita bila ada unggas yang mati secara signifikan dan mendadak.
Demikian yang disampaikan oleh Mentri Kesehatan DR.Dr Siti Fadillah Supari SP,JP Dalam jumpa pers bertajuk penanggulangan Flu Burung ( Kamis, 21 Juli 2005 ) Daerah-daerah yang teridentifikasi kasus Flu Burung oleh Departemen Pertanian sebagai berikut :

1. Tanggerang
2. Sumatra Utara
3. Jambi


Langkah-langkah penanganan terhadap daerah yang teridentifikasi terkena Flu Burung dikemukakan oleh Mentri Kesehatan adalah :
1. Musnahkan hewan ternak yang teridentifikasi Positif terkena kasus Flu Burung
2. Diambil Spesimen terhadap penduduk yang berhubungan langsung dengan hewan tersebut.
3. Pantauan ke pasar. Pasar menyediakan daging binatang unggas yang diduga terkena kasus Flu Burung.


Langkah-langkah umum yang diambil Pemerintah yakni :

1. Melaksanakan respon cepat kewilayah yang belum terjangkit
2. Menyiagakan 44 Rumah Sakit rujukan untuk perawatan atau Observasi penderita suspek Flu Burung
3. Meningkatkan upaya penyuluhan kerjasama agar masyarakat sadar dan waspada akan adanya Flu Burung di daerah sekitarnya.
4. Meningkatkan Koordinasi dengan Departement
Pertanian,Departement Perdagangan,Departement Kesehatan,WHO dan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama mengidentifikasi dan melakukan upaya pencegahan terhadap daerah-daerah yang terkena kasus Flu Burung.
Pada kasus diatas Mentri Kesehatan menjelaskan bahwa tidakan Preventif yang dilakukan pada hewan bukan pada Manusia, karena hewanlah yang menyebarkan kasus Flu Burung, karena tidak ada penularan Virus Flu Burung dari manusia ke manusia.
Sekali lagi Mentri Kesehatan menjelaskan tidak perlu panik , tetapi diharapkan agar dapat melakukan upaya pencegahan sendiri seperti Telur dan Daging unggas yang akan kita makan diolah/ dimask dengan baik.

Sumber informasi : Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta